Panggung turnamen VALORANT tingkat dunia menuntut performa tanpa kompromi. Mengakomodasi kebutuhan frame rate tinggi dan respons super cepat para pro player, Predator Gaming Indonesia resmi menurunkan jajaran ‘monster’ perangkat kerasnya sebagai official PC sepanjang musim kompetisi VCT Pacific dan turnamen APAC 2026.

​Menjawab kebutuhan pro player akan frame rate tinggi dan respons super cepat, Predator menurunkan jajaran ‘monster’ perangkat kerasnya. Pada panggung utama VCT Pacific Stage 1 dan 2, desktop Predator Orion 7000 menjadi senjata utama yang diandalkan di arena tanding. Menariknya, aspek kecerdasan buatan juga dilibatkan melalui laptop Predator Helios Neo 16S AI yang digunakan khusus untuk proses krusial map veto sebelum laga dimulai.

​Sementara itu, untuk kompetisi VALORANT Challengers APAC dan babak kualifikasi, desktop Predator Orion 5000 didapuk sebagai mesin tempur utama pemain. Tak hanya pemain, kebutuhan taktis tim pelatih juga dipenuhi melalui laptop Nitro Lite 16 dan monitor Nitro VG271U untuk analisis strategi yang presisi. Kenyamanan visual pemain di arena pun dijamin oleh monitor gaming Nitro XF252QF yang responsif.

​Renaldy Felani, Gaming Marketing Communications Manager Acer Indonesia, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan validasi atas keandalan teknologi mereka di panggung dunia. “Kami percaya perangkat profesional harus mampu memberikan performa konsisten dan stabilitas maksimal agar pertandingan berlangsung optimal,” ujarnya.

​Kehadiran Predator Gaming di sepanjang musim 2026 membuktikan bahwa inovasi mereka sukses memenuhi standar ketat turnamen internasional Riot Games. Lebih dari sekadar penyedia perangkat keras, komitmen ini menjadi investasi nyata Acer dalam mendorong pertumbuhan industri, memperkuat komunitas, serta membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta esports baru berbakat di Indonesia dan Asia Pasifik